Nasi Uduk Betawi Asli, Karang Tengah

Penjual nasi uduk mudah sekali ditemui di Jakarta dari mulai kelas ibu rumah tangga yang berjualan di atas meja seadanya, pedagang kios hingga restoran. Nasi uduk merupakan nasi yang ketika dimasak dicampur dengan santan dan sering menggunakan tambahan bumbu rempah-rempah, di Palembang saya lebih mengenalnya dengan istilah nasi lemak.

Pengamatan saya selama tinggal di Jakarta nasi uduk yang dijual pagi hari sebagai menu sarapan lebih didominasi nasi uduk pada bentuk paling sederhana dengan pilihan lauk relatif terbatas tentunya dan dijual dengan harga yang murah. Penjual nasi uduk pada pagi hari didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga hanya menggunakan etalase kaca kecil atau bahkan hanya meja di depan rumah atau pinggir jalan,  sangat mudah ditemui di area-area pemukiman padat di Jakarta dan sekitarnya.

Untuk nasi uduk yang dijual pada malam hari, pilihan lauk yang disajikan lebih beragam dan terasa lebih mewah dibandingkan nasi uduk pada pagi hari, tentunya ini berdampak pada harga yang menjadi lebih mahal. Pilihan lauk nasi uduk malam hari ada banyak sekali, pada satu lokasi penjual saja mudah ditemui lauk seperti ayam goreng, udang goreng, jeroan ayam (ati-ampela-usus) goreng, ikan teri, pindang bandeng bahkan pete segar maupun rebus, sering pula tersedia otak-otak yang dibungkus daun pisang.

Kali ini saya akan mengulas penjual nasi uduk yang berlokasi di luar Jakarta, tepatnya di Kota Tangerang. Saya menemukan kios nasi uduk ini secara tak sengaja ketika perut lapar dan melintas di Jalan Raden Saleh Kecamatan Karang Tengah. Sekitar pukul 9 malam, saya melihat sebuah kios yang mulai ramai dengan tulisan terbaca samar-samar ada menu nasi uduk. Saya berhenti dan memarkir motor di samping kios yang pada bagian atas spanduknya ternyata terdapat tulisan Nasi Uduk Betawi Asli. Pada meja di depan kios ini terhampar berbagai pilihan lauk dan sayur sementara di bagian atas meja tergantung beberapa ketupat dan pete dalam kondisi segar maupun yang sudah direbus. Terdapat ketupat karena kios ini selain nasi uduk juga menyajikan ketupat sayur.

IMG_20150126_205928763

Pengunjung tinggal menyebutkan ingin nasi uduk disajikan bersama apa akan segera dilayani dengan sigap. Saya memilih udang goreng dan sayur kentang berkuah yang ternyata sangat enak rasanya cocok sekali dimakan bersama nasi uduk dan segelas teh tawar hangat. Semangkuk kerupuk disajikan bersama pesanan tanpa diminta menambah keasyikan menikmati nasi uduk ini. Bila memilih makan di tempat tersedia pilihan makan di meja depan dengan kursi kayu panjang atau masuk ke dalam bangunan kios dimana tersedia beberapa meja dan kursi seperti lazimnya rumah makan.

DSCN5121

Lebih takjub lagi ketika sudah kenyang dan siap membayar, saya bertanya berapa totalnya seporsi nasi uduk yang sudah saya habiskan lengkap beserta lauk serta segelas teh tawar ternyata hanya tiga belas ribu rupiah, harga yang murah dengan rasa yang memuaskan pula. Memperhatikan beberapa pelanggan lain lauk yang tampaknya menjadi idola di sini adalah pindang bandeng kecap, saya tidak tertarik karena merasa akan kesulitan memakan bandeng yang terkenal banyak durinya itu lagipula tumpukan udang gorengnya tampak begitu menggiurkan.

Kabarnya Nasi Uduk Betawi Asli ini mulai buka sesudah maghrib hingga tengah malam, tetapi tak jarang sebelum tengah malam sudah tutup karena habis. Bagi yang tertarik menyambangi Nasi Uduk Betawi Asli ini saya sertakan lokasinya pada Google Maps:


profile-avatar Vicong
Menulis apapun yang dianggap menarik.

Respons

Ada 1 respons untuk “Nasi Uduk Betawi Asli, Karang Tengah”.

  1. wah yang namanya nasi uduk, saya sangat suka sekali kak,,,, ewladalah harganya cuman 13k saja udah dengan udang lagi. Murah banget itu kak…. Di Jogja rata – rata yaw segitu,

Beri Respons